Skip to main content

Perjalanan Studi 2018-2022. What i've got

    Dimulai dari meneruskan keinginan yang sempat tertunda untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Sempat tertunda beberapa tahun hingga mendapat pasangan hidup. Didukung oleh Istri maka saya bulatkan tekad untuk menaruh nasibku untuk mendapatkan gelar S1 kepada UMBY. dengan budget yang terbilang terbatas dan tersedianya kelas karyawan yang difasilitasi oleh UMBY adalah menjadi alasan utama saya memilih Universitas ini. Saya memilih prodi teknik infomatika yang berkegiana belajar mengajar di kampus 2 Universitas Mercubuana Yogyakarta beralamat di Gg. Jemb. Merah No.84C, Soropadan, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

kampus 2 UMBY

    Diawali disemester genap dimana saya harus langsung menempuh mata kuliah semester 2. disemester hampir semua mata kuliah bisa saya serap ilmunya walau hanya sekitar 65% karena memang kapasitas saya ya hanya segitu hehehe... Diantara lain ilmu yang saya dapat adalah penggunaan bahas yang baik di mata kuliah bahasa indonesia, membuat serta menormalisasi sebuah basis data di mata kuliah basis data, membuat sebuah program di mata kuliah KSI, memahami struktur sebuah program pada mata kuliah OOP (Enkapsulasi, polimorfisme dan inheritas). Di semester berikutnya yaitu di mana saya menempuh mata kuliah semester 1, saya belajar dasar-dasar ilmu yang akan digunakan untuk menempuh gelar S1. Banyak rumus yang saya dapat namun kurang begitu saya pahami di mata kuliah Kalkulus, matematika diskret dan fisika. Saya belajar sebuah algoritma atau pencarian sebuah solusi yang efisien untuk sebuah masalah yang dihadapi di mata kuliah algoritma pemrograman. Dari semester 3 hingga semester 6 yang dilakukan secara daring karena adanya pandemi Covid-19 bisa dibilang tidak ada ilmu yang permanen saya dapatkan. ketika mata kuliah tersebut sudah berahasil ditempuh, maka ilmu yang saya dapat juga ikut lewat. Hanya ada materi yang saya dapat setiap jadwal pelajaran yang saya dapat. Tidak adanya pelajaran dua arah membuat saya merasa kurang puas dengan proses belajar secara daring. Forum yang disediakan dan menjadi wadah untuk interaksi terkait pelajaranpun seperti tidak tersentuh. Satu-satunya ilmu dari semester 3 hingga 6 yang saya dapat manfaatnya hingga sekarang adalah di mata kuliah KKN dimana saya belajar untuk bekerja sama dengan orang yang sebelumnya belum pernah saya kenal. 


    Hampir semua sektor kehidupan berubah semenjak Pandemi Covid-19. salah satunya adala sektor pendidikan dimana kegiatan belajar tatap muka ditiadakan dan diganti dengan pelajaran dalam jaringan atau melalui internet. 


    Termasuk kegiatan kuliah yang sedang saya tempuh. suka tidak suka memang harus dilaksanakan mengingat ini adalah kebijakan pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19. Banyak hal yang saya rasa kurang maksimal ketika melaksankan kegiatan belajar dengan sistem daring, antara lain:

  • Kurangnya ilmu yang didapat karena terbatasnya interaksi antara mahasiswa dan pengajar
  • Kegiatan belajar bergantung pada koneksi internet yang mana seperti kita ketahui belum meratanya akses internet. 
  • Pemahaman terhadapa materi yang menjadi kurang maksimal. sebagai contoh ketika seorang mahasiswa kurang paham dengan materi pembelajaran, maka si mahasiswa  tersebut kesulitan untuk memahaminya karena terbatasnya interaksi ke pengajar. 

Kurang lebih itulah yang saya rasakan selama kuliah daring walaupun tidak dapat dipungkiri ada sisi positif yaitu waktu belajar yang lebih fleksibel dan tidak perlu mandi untuk kuliah ehehehe..... 


Comments